Riset 4

Baca Puisi

Turut Lomba Baca Puisi Tingkat SD se Kecamatan Bojonegoro 1981 meraih Juara I, menjadi bekal penyemangat Yonathan untuk berkesenian baca puisi. Puisi wajib lomba itu adalah “Doa, Kepada Pemeluk Teguh” karya Chairil Anwar. Untuk persiapan lomba Yonathan dan beberapa teman dilatih intensif di rumah seorang guru dari SD lain, hingga pemanggungan di halaman SDN Kadipaten I dan II.

Saat SMA pada 1984 ia ikut Lomba Baca Puisi Karya Zawawi Imron di taman dekat alun-alun Kota Bojonegoro, di antaranya bersama Herta Novianto. Pengalaman baca puisi dari panggung ke panggung ini, bagi Yonathan, tidak lepas dari pengalaman pemanggungan drama atau teater bersama banyak teman yang kulakoni saat SMP, SMA dan masa kuliah saat drama-drama Natal, Paskah, atau kebaktian awal semester.

Pada 2000 saat Program Profesi PLH di Mojokerto Yonathan dan kawan-kawan aktivis pendidikan lingkungan memainkan pemanggungan di Pertemuan Nasional JPL, Borobudur. Pada 2002 saat HUT HA Karim Mahanan Ketua Umum ASOHI, ia membaca puisi karya menantu HA Karim Mahanan, Penyair Sutardji Calzoum Bachri.

Pada 2003 saat Invasi Amerika ke Afganistan Yonathan turut baca puisi di pelataran Taman Ismail Marzuki Jakarta. Lalu dengan teman-teman Rumpun Jerami A Badri AQT dan Sihar Ramses Simatupang pada 2004 menyelenggarakan peluncuran buku puisi Padang Bunga Telanjang di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin Jakarta, di Universitas Pakuan Bogor, Toko Buku Ultimus Bandung, Gedung Kesenian Tangerang, di mana mereka membaca puisi masing-masing.

Pada 2004 juga dengan Hajat Puisi Yonathan meluncurkan buku kumpulan puisi pertama “Jawaban Kekacauan” di Warung Apresiasi Bulungan Jakarta, pembacaan puisinya juga dilakukan oleh banyak teman. Pembacaan puisinya pun terus berlanjut pada Peringatan HUT RI oleh Dewan Kesenian Jakarta, Peringatan Tragedi 65, Baca Puisi Maroeli Simbolon, Pameran Lukisan Hary S, HUT RI Masyarakat Sastra Jakarta (MSJ), Pameran Lukisan Aisulyanto, Baca Puisi Potret Wajah Kita karya Slamet Widodo, HUT AJI (Aliansi Jurnalis Independen), dan tak ketinggalan baca puisi sebagai kado Pernikahan M Iksan di Bogor.

Pada 2005 Yonathan baca puisi di acara Komnas HAM di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki, peluncuran Buku Nubuat Labirin Luka Puisi untuk Munir di PDS HB Jassin, Syair Tsunami Aceh di Galeri Nasional, Nubuat Labirin Luka di Wapress Bulungan, Imakahi (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan) di Bogor, Kemerdekaan RI oleh MSJ dan Yin Hua, HUT Jakarta MSJ, Pameran Lukisan Bibiana.

Pada 2006 ia baca puisi pada acara Pangan Lokal oleh Bina Desa, Pemeran Lukisan Neo Hipta, Pesta Karya Rahmat Ali, New Year JISDAC (Jakarta International Sevent Day Adventist) dan Perlawanan Revitriyoso di Institute Global Justice.

Pada 2007 Yonathan baca puisi di gerbang Taman Ismail Marzuki dalam acara Pas 9 IKJ (Institut Kesenian Jakarta), HUT Milis Apresiasi Sastra (APSAS) ke 2 di Kemang, berlanjut Membaca Setiyo, lalu pada Temu Kangen Seniman di Cibubur, Temu Kangen Seniman di Depok, HUT Wiji Thukul di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki, Puisi Urip Handiman Kambali dan Puisi Budi Setyawan.

Pada 2008 Yonathan baca puisi di panggung HUT 3 APSAS, Metafora Birahi Laut Dino Umahuk di Jakarta dan Bandung, Setahun Wafatnya AS Dharta, Mengenang Chairil Anwar di TIM, Pameran Seni Rupa Bumi Tarung 2 di Galeri Nasional dan Reboan 9 di Bulungan Jakarta, dan Bedah Buku Lanang di SMAN II Bojonegoro.

Pada 2009 ia baca puisi 1000 Wajah Pram di Blora, 3 Tahun Mengenang Kepergian Pram di Goethe Intitute Jakarta, Deklarasi PAKRI (Paguyuban Kebudayaan Rakyat Indonesia) di Utan Kayu, Deklarasi GPPI (Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia) di Jakarta Utara, Reuni Alumni 1987 SMAN I dan Reuni SMAN II Bojonegoro. Pada 2010 Yonathan baca puisi pada HUT I PAKRI di Kemang, 4 Tahun Mengenang Kepergian Pramoedya Ananta Toer.

Pada 2014 Yonathan baca geguritan (puisi bahasa Jawa) pada acara Tanggap Warsa ka-32 lan Halal bi Halal Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro di Bojonegoro.

Pembacaan Cerita di antaranya HUT Jakarta Paguyuban Seniman Jakarta, Peluncuran Buku Rahmat Ali 2005, pembacaan nukilan Novel Lanang pada Lampion Sastra Dewan Kesenian Jakarta di Teater Baru Taman Ismail Marzuki 2007, Peluncuran Toko Buku ETSA di Jakarta 2007, dan pada Panggung Sastra Bojonegoro di Bojonegoro 2011. Lalu pembacaan nukilan novelnya “Wayang Urip” yang diluncurkan di Bojonegoro pada 2012 dan pada peluncuran buku lain terbitan Gus Ris Foundation Bojonegoro pada 2013.

Bagi Yonathan, baca puisi dan baca nukilan cerita masuk katagori Baca Puisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keseniannya di sastra atau buku. Suatu hal yang tak terelakkan ketika ada permintaan saat buku atau tulisannya dan juga penulis lain sedang diperbincangkan atau diacarakan, juga acara-acara penting lain yang “butuh” pemanggungannya sebagai pembaca puisi.

Iklan

One thought on “Riset 4

  1. Mas, Gimana kalo ada yg mau nerbitkan buku dg nama Majas, dia Bu Lily Munir, 250 hlm, nanti kalau kasih dana, 75% utk cetak, yg 25% utk kita berdua ya? Setuju? RA krm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s