Riset 1

Dokter Hewan

Sebagai alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya Drh. Yonathan Rahardjo pernah melakukan praktek dokter hewan keliling di Surabaya, menjadi technical service obat hewan PT Paeco Agung di Surabaya, Medical Representative PT Darya Varia Laboratoria di Surabaya, aktivis lingkungan di PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Seloliman Trawas, penanggungjawab teknis obat hewan PT Bina San Prima, staf ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) di Jakarta. Selanjutnya memegang Surat Ijin Praktek Dokter Hewan di Kabupaten Bojonegoro dan Penanggungjawab Teknis Obat Hewan CV Pradipta Paramita Karanganyar Solo.

Sebagai dokter hewan ini, Yonathan dipercaya untuk menjadi bagian dari Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan Majalah Infovet sejak di Surabaya, Mojokerto, Jakarta, dan sekarang di Jawa Timur, sebagai Koresponden (Wartawan Daerah) Jawa Timur, Jakarta, Redaktur Pelaksana, Manajer Divisi Infovet PT Gallus Indonesia Utama. Ia pernah menjadi Pengurus PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) Cabang DKI Jakarta selama 3 (tiga) periode hingga kepindahannya ke Jawa Timur 2009, semua di bidang Humas (Hubungan Masyarakat) juga di ADHPI (Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia).

Di Jakarta, Drh Yonathan pernah aktif dengan Yayasan Harmoni Satwa bersama beberapa kolega dokter hewan. Lahirnya lembaga ini tak lepas dari keberadaan Yayasan Harmoni Lingkungan yang didirikan bersama kawan-kawannya. Guna penerapan sesuai kondisi lapangan, Program Harmoni Satwa YHL diwujudkan dalam bentuk lembaga lain itu, namun kemudian kembali menjadi Program Harmoni Satwa YHL.

Terkait profesi dokter hewan, Drh Yonathan menulis Buku “Avian Influenza, Pencegahan dan Pengendaliannya” (2004) dengan editor Prof Dr Drh CA Nidom MS dari FKH Universitas Airlangga, diterbitkan oleh Penerbit Gita Pustaka Jakarta. Lalu “Air Sehat untuk Ternak Ayam” (2012), “Mengatasi Stres Ayam” (2012), “Flu Burung, Kajian dan Penanggulangan” (2014) diterbitkan Penerbit Nuansa Cendekia Bandung. Bukunya Bersama penulis lain adalah Buku “Setengah Abad Sejarah Ayam Ras Indonesia” (ASOHI, 2000), Buku “Penyakit Unggas dan Pengendaliannya” (Infovet, 2002).

Wartawan senior tiga jaman Rosihan Anwar dalam Tabloid Cek & Ricek (2004) berkata, “Yonathan seperti Taufiq Ismail yang juga dokter hewan, sama dengan Asrul Sani idem ditto dokter hewan. Ditarik lebih jauh ke masa lampau, Marah Rusli, pengarang roman Siti Nurbaya, pun dokter hewan. Saya pikir, tentu ada sesuatu yang “spesial” dengan dokter hewan. Bisa bersajak, bisa mengarang.”

Sastrawan Martin Aleida, yang juga wartawan Tempo 1971-1984 mengatakan, ”Ada beberapa dokter hewan yang terjun dan bergelut di dunia sastra. Tetapi, agaknya, hanya (Dokter Hewan) Yonathan Rahardjo yang coba memperkaya sastra Indonesia dengan rekayasa genetika sebagai bagian dari pengucapan literernya melalui novel Lanang.”

Selain dengan kegiatan yang terkait kedokteran hewan yang masih dilakoninya tadi, untuk mengukuhkan dedikasinya terhadap dunia kedokteran hewan, Yonathan mendirikan milis Milis Dokter Hewan sejak 2000 sebagai moderator dibantu beberapa kolega dokter hewan.

Dalam Buku 100 Tahun Dokter Hewan Indonesia (2010) namanya tercatat sebagai salah satu dari 100 Profil Dokter Hewan Berprestasi. Dalam pasal Dokter Hewan Berprestasi di Bidang Lain, nama Drh. Yonathan Rahardjo tercatat setelah Drh. Taufiq Ismail (Penyair), Drh. Asrul Sani (Seniman Pelopor Angkatan 45), dan Drh. Marah Rusli (Pengarang Novel Siti Nurbaya).